Korelasi Faktor Kesehatan
Mencari tahu seberapa kuat hubungan statistik antara infrastruktur/SDM kesehatan (Puskesmas, Posyandu, Nakes) dengan tingkat prevalensi stunting di kecamatan.
Hasil Analisis Statistik
Metode: Koefisien Korelasi Pearson (r). Ukuran Sampel: 20 Kecamatan.
faskes
P-Value: 0.05
Interpretasi: Korelasi Lemah Negatif. Peningkatan jumlah faskes berasosiasi dengan penurunan prevalensi stunting secara signifikan.
nakes
P-Value: 0.05
Interpretasi: Korelasi Lemah Positif. Terdapat hubungan searah (korelasi positif) antara nakes dengan angka stunting.
Panduan Nilai r
- Negatif (-) Hubungan terbalik. Variabel pelindung (misal: penambahan faskes menurunkan stunting).
- Positif (+) Hubungan searah. Variabel berisiko.
- Skor r Dekat dengan 1 atau -1 menunjukkan hubungan linear yang sangat kuat. Dekat dengan 0 tidak ada hubungan.